Kukuhkan Pengurus Baru, Serikat Pelaut LPS Pemalang Santuni Yatim dan Korban Bencana

  • Bagikan
Kukuhkan Pengurus Baru, Serikat Pelaut LPS Pemalang Santuni Yatim dan Korban Bencana
Kukuhkan Pengurus Baru, Serikat Pelaut LPS Pemalang Santuni Yatim dan Korban Bencana

PEMALANG – Aura khidmat dan empati menyelimuti Balai Rakyat Gedung DPRD Kabupaten Pemalang pada Sabtu (7/3/2026). Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) resmi mengukuhkan 30 pengurus baru periode 2026-2029 yang ditandai dengan aksi kemanusiaan berupa santunan anak yatim dan penyerahan donasi bagi korban bencana alam.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Bupati Pemalang yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Bagus Sutopo. Namun, berbeda dengan seremoni organisasi pada umumnya, LPS memilih menonjolkan sisi sosial sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat di tanah kelahiran.

Dalam momen tersebut, diserahkan donasi sebesar Rp10 juta dari Lazismu yang ditujukan bagi korban banjir bandang di Aceh dan Sumatera Barat. Penyerahan bantuan ini diterima langsung oleh Bajuri sebagai bentuk solidaritas lintas daerah.

Ketua LPS Pemalang, Ronggo Warsito, menegaskan bahwa organisasi ini tidak hanya fokus pada “Samudera Perlawanan” di laut, tetapi juga harus menjadi pelindung di darat.

“Perjuangan kami adalah perjuangan martabat. Dan martabat itu dimulai dari bagaimana kita peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan di tanah kelahiran kita sendiri,” tegas Ronggo di sela-sela acara.

Sekretaris LPS, Hamu Fauzi, menambahkan bahwa aksi sosial ini bertujuan untuk menghapus stigma organisasi buruh yang kaku. LPS ingin hadir sebagai “rumah” yang hangat bagi para anggotanya dan masyarakat sekitar.

“Kami lahir dari rahim keresahan di tengah samudera. Pengalaman pahit itu mengajarkan kami bahwa solidaritas adalah kunci. Hari ini, kami ingin memastikan bahwa keberadaan LPS memberikan dampak langsung yang positif bagi masyarakat Pemalang,” tutur Hamu.

Langkah sosial ini mendapat pujian dari Wakil Ketua DPRD Pemalang, H. Aris Ismail, S.A.P. Ia menilai kombinasi antara diskusi hukum perlindungan pelaut dan aksi nyata untuk anak yatim adalah langkah cerdas membangun kepercayaan publik.

“LPS menunjukkan bahwa mereka adalah organisasi yang lengkap. Ada gagasan hukum dari para ahli, namun tetap rendah hati dengan merangkul anak yatim dan korban bencana,” ujar Aris Ismail.

Di sisi lain, Bupati Pemalang melalui sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas peluang kerja bagi Anak Buah Kapal (ABK) Pemalang, termasuk menjajaki kerja sama dengan negara-negara di Eropa.

Acara yang dihadiri oleh Brigjen Pol. Nur Romdhoni (BP2MI) dan Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana ini ditutup dengan buka puasa bersama. Momen ini menjadi simbol persatuan para pelaut migran yang seringkali harus menghabiskan waktu jauh dari keluarga, namun tetap mampu menjaga api kepedulian di dalam hati mereka.

Penulis: SuryaEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





This will close in 0 seconds

This will close in 10 seconds