Pekalongan – Ada kabar gembira bagi para anggota Koperasi BMT Mitra Umat Pekalongan. Proses pembayaran dana yang tertunda kini terus berlanjut. Bahkan, hingga saat ini, total pembayaran yang telah disalurkan sudah mencapai angka fantastis: Rp 27.564.000.000.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier. Menurutnya, proses penyelesaian utang kepada anggota koperasi terus dipantau secara ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh kewajiban terlaksana dengan baik dan transparan.
Mekanisme Pembayaran dan Pengawasan Ketat
Pembayaran kepada para anggota tidak hanya dilakukan dalam bentuk uang tunai. Sebagian juga diselesaikan melalui penyerahan aset, yang nilainya sudah dikonversi secara adil.
Rizal Bawazier menegaskan bahwa ia tidak bekerja sendiri. Proses ini diawasi bersama-sama dengan DPRD, Walikota Pekalongan, dan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Dindagkop) Kota Pekalongan. “Kami akan terus mengawal setiap langkahnya hingga seluruh kewajiban selesai,” ujar Rizal.
Fokus Utama: Nasib Korban
Menanggapi isu-isu negatif yang sempat beredar, Rizal Bawazier meluruskan bahwa fokus utama semua pihak adalah nasib para korban. Tidak ada kepentingan kelompok tertentu yang diutamakan. Pengurus koperasi juga menunjukkan sikap yang sangat kooperatif. Mereka terus berupaya menjual aset yang ada dan menagih piutang agar dana anggota dapat segera dilunasi.
Secara keseluruhan, berita ini memberikan harapan baru bagi para korban. Komitmen dari pihak-pihak terkait, baik dari DPR RI maupun pemerintah daerah, menjadi jaminan bahwa proses penyelesaian dana akan terus berjalan dan diprioritaskan. Ini merupakan langkah positif untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.















