PEMALANG – Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, resmi mengukuhkan posisinya sebagai pionir lingkungan dengan menyabet penghargaan sebagai Desa dengan Pengelolaan Sampah Terbaik tingkat Kabupaten Pemalang. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, kepada Kepala Desa Randudongkal, Troy Suharto, baru-baru ini.
Keberhasilan ini didorong oleh kemampuan Desa Randudongkal dalam mengelola limbah domestik secara mandiri sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kabupaten. Melalui sistem pengolahan terpadu, sampah dipilah dan dikelola langsung di tingkat desa.
Kepala Desa Randudongkal, Troy Suharto, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras kolektif, terutama peran krusial Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Dongkal Resik.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada rekan-rekan di KSM Dongkal Resik. Mereka adalah mitra strategis yang luar biasa. Berkat dedikasi mereka, persoalan sampah di tingkat akar rumput bisa kita selesaikan dengan tuntas,” ujar Troy.
Ada tiga pilar utama yang membawa Randudongkal meraih predikat terbaik:
-
Kemandirian Lokal: Menyelesaikan masalah sampah di wilayah desa tanpa membebani TPA kabupaten.
-
Sistem Pilah Ketat: Memaksimalkan potensi daur ulang (recycle) dan penggunaan kembali (reuse).
-
Edukasi Berkelanjutan: Meningkatnya kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari dapur rumah tangga.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia berharap keberhasilan Randudongkal dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Pemalang guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Menurutnya, kemandirian sampah di tingkat desa adalah solusi paling efektif untuk menekan beban lingkungan di skala daerah.
















