Penguatan Advokasi Pers, Ketua Umum GWI Bertemu Ketua Legal Advokasi Hukum dan HAM di Pemalang

  • Bagikan

PEMALANG, suryamediagroup.com – Guna memperkuat benteng perlindungan hukum bagi insan pers, Ketua Umum Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), Amir Hajir, melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Legal Advokasi Hukum dan HAM DPP GWI, Imam Subiyanto, SH., MH., CPM.

Pertemuan yang berlangsung di Pemalang, Jawa Tengah, pada Rabu malam (4/3/2026) tersebut membahas penguatan advokasi serta mekanisme mediasi hukum bagi anggota organisasi.

Dalam suasana penuh keakraban, Amir Hajir menekankan bahwa tantangan yang dihadapi jurnalis di lapangan semakin kompleks. Oleh karena itu, keberadaan divisi legal yang kuat dan dipimpin oleh praktisi hukum berpengalaman menjadi prioritas utama bagi DPP GWI dalam merumuskan program strategis ke depan.

“GWI harus menjadi wadah yang tidak hanya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga mampu melindungi dan memperjuangkan hak-hak wartawan. Kami ingin memastikan setiap anggota mendapatkan perlindungan hukum yang maksimal,” ujar Amir Hajir.

Senada dengan Ketua Umum, Dr. Imam Subiyanto menegaskan komitmennya untuk mengawal marwah organisasi. Sebagai mediator profesional bersertifikat (CPM), ia menilai penanganan sengketa pers perlu dilakukan secara efektif, profesional, dan terukur.

“Kami berkomitmen memberikan dukungan hukum dan langkah-langkah advokasi yang diperlukan. Dengan kompetensi yang ada, kami akan memastikan marwah organisasi tetap terjaga serta melindungi insan pers dari berbagai tantangan hukum melalui jalur yang tepat,” tegasnya.

Poin Strategis Pertemuan

Dari koordinasi tersebut, sejumlah poin penting berhasil dirumuskan, di antaranya:

Penyelarasan visi dan misi organisasi, dengan menitikberatkan pada advokasi hukum dan perlindungan HAM sebagai pilar utama.

Penguatan koordinasi internal, guna membangun komunikasi intensif antar pengurus untuk merespons cepat isu hukum yang menimpa jurnalis.

Peningkatan profesionalisme pers, dengan mendorong karya jurnalistik berkualitas yang tetap berada dalam koridor hukum serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Pertemuan kedua tokoh tersebut diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat internal organisasi. Dengan sinergi antara kepemimpinan organisasi dan kepakaran hukum, GWI optimistis dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan bangsa melalui pers yang merdeka, profesional, dan terlindungi secara hukum.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





This will close in 0 seconds

This will close in 10 seconds