Pelaut Asal Pemalang Tewas di Kapal MV Ina Diamond, Serikat Laskar Patih Sampun Desak Disnaker Jangan Diam

  • Bagikan

PEMALANG, suryamediagroup.com – Tragedi meninggalnya tiga anak buah kapal (ABK) di atas kapal MV Ina Diamond di perairan Pelabuhan Tanjung Emas menyisakan duka mendalam bagi dunia pelayaran, khususnya masyarakat Kabupaten Pemalang. Para korban meninggal saat menjalankan tugas membersihkan tangki emergency fire di dalam kapal.

Peristiwa nahas tersebut diduga terjadi akibat adanya gas berbahaya yang terperangkap di dalam tangki. Saat melakukan pembersihan, para ABK diduga menghirup gas beracun hingga mengalami sesak napas dan akhirnya kehilangan kesadaran.

Rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan. Namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa para korban yang akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Tragedi ini memantik perhatian dari Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang. Melalui Divisi Advokasi, serikat tersebut mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pemalang agar tidak bersikap pasif dan segera mengambil langkah konkret untuk mengawal pemenuhan hak-hak korban.

Divisi Advokasi Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang, Erlangga Girindra Buana, S.H., menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir memberikan perlindungan kepada para pekerja pelaut, khususnya yang berasal dari Pemalang.

“Kami mendesak Disnaker Pemalang untuk segera turun tangan mengawal pemenuhan hak-hak korban. Keluarga yang ditinggalkan harus mendapatkan kepastian terkait kompensasi, santunan kematian, serta klaim asuransi yang menjadi hak para pekerja pelaut,” tegas Erlangga.

Menurutnya, insiden tersebut tidak boleh berhenti hanya pada pemberitaan semata, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata dari pemerintah daerah serta tanggung jawab penuh dari perusahaan pelayaran yang mempekerjakan para korban.

Ia menilai Disnaker memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban agar tidak terjadi pengabaian terhadap hak-hak mereka. Terlebih, banyak warga Pemalang yang menggantungkan hidup sebagai pelaut.

“Pelaut adalah profesi dengan tingkat risiko tinggi. Karena itu, ketika terjadi musibah seperti ini, negara harus hadir melalui pemerintah daerah. Disnaker Pemalang harus aktif memastikan seluruh hak korban dipenuhi secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Pemalang menyatakan akan terus mengawal proses penanganan kasus ini hingga seluruh hak korban benar-benar dipenuhi. Mereka juga berharap tragedi ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak, khususnya terkait penerapan standar keselamatan kerja di atas kapal.

Pihak serikat menegaskan bahwa nyawa para pelaut tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, keadilan bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





This will close in 0 seconds

This will close in 10 seconds