PEMALANG, Suryamediagroup.com — Aliansi Wartawan Pemalang Bersatu (AWPB) memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara berbeda. Para jurnalis yang tergabung dalam AWPB menggelar bakti sosial dan silaturahmi di Pondok Pesantren Perintis Komariyah, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Dalam kegiatan tersebut, AWPB memberikan santunan dan paket bantuan kepada 81 anak istimewa yang berada di lingkungan pesantren. Angka 81 dipilih sebagai simbol peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini.
Ketua AWPB, Alwi Assagaf, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat, khususnya para santri di lingkungan Pondok Pesantren Perintis Komariyah.
“Alhamdulillah, dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, AWPB dapat berbagi bersama 81 anak-anak istimewa. Kebahagiaan dan doa langsung dari para santri pimpinan Kyai Timbul Purnomo menjadi berkah tersendiri bagi kami,” kata Alwi.
Menurut dia, kegiatan sosial tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga mempererat hubungan antara insan pers dan masyarakat. AWPB, kata Alwi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Dukungan datang antara lain dari jajaran Polres Pemalang, penasihat hukum Dr. Imam Subiyanto, SH., MH, Wakil Ketua DPRD Pemalang, Ketua SAPMA Pemalang, serta jajaran manajemen media CMI Group.
Direktur Utama CMI Group, Surya Adi Laksana, turut mengapresiasi kegiatan yang digagas AWPB. Menurut dia, kerja jurnalistik tidak semata berkaitan dengan pemberitaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial.
“Kami dari jajaran industri media mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif mulia yang diselenggarakan oleh rekan-rekan AWPB. Gerakan sosial independen seperti ini membuktikan bahwa pers juga hadir membawa keberkahan nyata bagi masyarakat dan adik-adik santri,” ujar Surya.
Tokoh masyarakat sekaligus penasihat AWPB, Dr. Imam Subiyanto, juga hadir memberikan dukungan. Ia menilai kegiatan semacam itu penting untuk menjaga hubungan antara pers dan masyarakat tetap berlangsung secara humanis.
Sementara itu, perwakilan pengasuh Pondok Pesantren Perintis Komariyah, Ustadz Saefudin, menyambut baik kedatangan AWPB. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada para santri.
“Kami sangat menyambut baik niat tulus dan kehadiran rekan-rekan jurnalis AWPB. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan silaturahmi ini terus terjalin erat,” tutur Saefudin.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, penyerahan santunan secara simbolis oleh pengurus AWPB, serta ramah tamah antara para jurnalis, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat dan tamu undangan.
Bagi AWPB, peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam bentuk kepedulian dan berbagi dengan sesama.














