Aksi Nyata LMP MAC Ampelgading: Menyisir Gang Kecil demi Berbagi di Hari Jumat

  • Bagikan
Aksi Nyata LMP MAC Ampelgading: Menyisir Gang Kecil demi Berbagi di Hari Jumat
Aksi Nyata LMP MAC Ampelgading: Menyisir Gang Kecil demi Berbagi di Hari Jumat

PEMALANG – Pagi yang tenang di Kecamatan Ampelgading mendadak penuh dengan nuansa merah putih. Bukan untuk demonstrasi atau pengawalan ketat, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan. Laskar Merah Putih (LMP) Markas Anak Cabang (MAC) Ampelgading turun ke jalan, menyusuri sudut-sudut pemukiman hingga gang sempit demi mengantarkan amanah berupa bantuan pangan kepada warga, Jumat (15/5/2026).

Berbeda dengan aksi pembagian bantuan yang biasanya terpusat di satu titik, LMP MAC Ampelgading memilih metode mobile. Sebanyak 100 paket nasi kotak dibawa berkeliling menggunakan kendaraan, menyisir wilayah Jatirejo hingga Ujunggede.

Ketua MAC Ampelgading, Risyanto, terlihat memimpin langsung anggotanya memasuki lorong-lorong kecil. Targetnya spesifik: mereka yang sedang berjuang di jalanan dan tak sempat beristirahat untuk sekadar mencari makan siang.

“Kami menyasar abang becak, tukang parkir, hingga pedagang asongan. Mereka adalah pejuang keluarga yang seringkali melewatkan jam makan karena harus mengejar setoran atau pelanggan. Kami datang untuk sedikit meringankan beban itu,” ujar Risyanto di sela-sela kegiatannya.

Aksi “Jumat Berkah” ini bukan sekadar rutinitas berbagi, melainkan upaya tulus untuk menghapus sekat antara ormas dan masyarakat. Risyanto tak menampik adanya stigma negatif yang terkadang melekat pada organisasi kemasyarakatan.

“Kami ingin menunjukkan wajah asli Laskar Merah Putih. Kami bukan hanya soal seragam atau atribut, tapi soal aksi nyata dan kepedulian sosial. Kami ingin masyarakat merasa memiliki dan merasa terbantu dengan kehadiran kami,” tambahnya.

Gerakan lincah para anggota di lapangan ini memancing apresiasi dari tingkat kabupaten. Ketua LMP Markas Cabang (Marcab) Pemalang, Frans Daniel, memberikan jempol atas inisiatif mandiri yang dilakukan oleh jajaran di tingkat kecamatan tersebut.

“Inilah yang saya harapkan. LMP tidak boleh hanya diam di kantor. Kita harus ada di tengah masyarakat, terutama di saat-saat seperti ini. Apa yang dilakukan MAC Ampelgading adalah contoh nyata bahwa pengabdian tidak harus menunggu besar, tapi dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tegas Frans Daniel.

Selain berbagi bantuan, momen ini juga dimanfaatkan untuk mengajak generasi muda setempat agar lebih aktif dalam kegiatan organisasi yang positif. Risyanto berharap para pemuda di Ampelgading dapat menyalurkan semangat mereka melalui wadah yang tepat seperti LMP, yang mengedepankan solidaritas dan kemanusiaan.

Aksi menyusuri gang kecil ini berakhir dengan tertib seiring habisnya paket bantuan yang dibagikan. Meski sederhana, keberadaan LMP yang menyapa langsung warga di depan pintu rumah dan di pinggir jalan memberikan kesan mendalam bahwa kepedulian masih sangat kental di tanah Pemalang.

Penulis: SuryaEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *