Banyuwangi Suryamediagrup.com gerakan ayah mengambil rapor yang dicanankan oleh beberapa pemerintah provinsi di Indonesia kami minta untuk ditinjau ulang atau bahkan dibatalkan bila perlu, gerakan ini kami anggap menyakiti batin anak anak yatim diusia sekolah.
Firman Cahyana. S.H selaku direktur Yayasan Bantuan Hukum Malahayati meminta secara tegas kepada pemerintah untuk meninjau bahkan bila perlu membatalkan gerakan tersebut karna ada perasaan anak yatim yang harus dijaga.
Jangan menabur garam diatas luka batin anak-anak yatim yang jumlahnya ribuan di indonesia, kita harus menunjukan rasa empati, ujar Firman Cahyana. S.H, kamis 18 Desember 2025.
Memang gerakan ayah mengambil rapot memiliki tujuan untuk mendekatkan hubungan antara ayah dan anak, namun menurut Firman Cahyana. S.H itu tidak bisa serta merta dijadikan acuan untuk membuat aturan, tentu harus mempertimbangkan banyak hal supaya kebijakan tersebut dapat diterima dan bias serta terkesan tidak bijak.
Jika kebijakan tujuannya hanya untuk mendekatkan hubungan ayah dan anak bukan dengan cara menjatuhkan mental anak anak yatim yang lainya, selain itu kita juga harus menaruh rasa empati kepada anak anak korban perceraian, tidak boleh ada lagi kebijakan yang tidak ada kajian dan asal asalan.
(Red/Team)














