Kebakaran Lahan Tebu di Saradan Pemalang, Asap Pekat dan Hujan Abu Kepung Permukiman Warga

  • Bagikan

PEMALANG, Suryamediagroup.com — Kebakaran melanda lahan perkebunan tebu yang berada di belakang Perumahan KBA Saradan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).

Kobaran api yang membakar tanaman tebu kering dengan cepat membesar akibat kondisi lahan yang dipenuhi material mudah terbakar serta hembusan angin kencang.

Lokasi kebakaran yang berada tepat di sebelah timur kompleks perumahan membuat warga panik. Kepulan asap hitam pekat terbawa angin hingga masuk ke kawasan permukiman, sementara abu sisa pembakaran berterbangan dan menempel di halaman serta atap rumah warga.

Sejumlah warga bahkan berhamburan keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan api merambat ke bangunan.

Api Dekati Batas Permukiman

Jarak titik api yang relatif dekat dengan dinding pembatas kompleks menjadi perhatian petugas dan warga. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu perambatan api apabila kobaran tidak segera dikendalikan.

Warga di sekitar lokasi mengatakan asap tebal sempat mengganggu jarak pandang dan membuat udara di lingkungan perumahan dipenuhi abu.

Merespons kejadian tersebut, Damkar Kabupaten Pemalang menerjunkan dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi.

Namun, akses menuju titik utama kebakaran cukup terbatas karena terhalang dinding pembatas kompleks. Petugas kemudian mengambil langkah taktis dengan memanfaatkan akses melalui atap kanopi rumah warga untuk mengarahkan selang pemadam menuju titik api.

Proses pemadaman berlangsung intensif. Sejumlah warga turut membantu petugas dengan mengulur selang, membuka akses, serta memastikan jalur di sekitar lokasi tetap aman.

Polisi Pastikan Api Tak Merembet ke Permukiman

Kapolsek Pemalang, Agus, turut berada di lokasi bersama personel kepolisian. Kehadiran aparat difokuskan pada pengamanan warga sekaligus mengantisipasi kemungkinan api meluas ke kawasan permukiman.

“Fokus utama kami bersama tim Damkar adalah melakukan penyekatan di sepanjang benteng pembatas agar api tidak merembet ke pemukiman warga. Situasi saat ini terus dipantau intensif,” kata Agus di lokasi kejadian.

Petugas Damkar bersama warga hingga berita ini diturunkan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang terdampak.

Penyisiran juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama karena kondisi angin di sekitar lokasi masih cukup kencang.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi terakhir di lokasi masih dalam penanganan petugas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *