PEMALANG ā Kegiatan pembinaan pegawai Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang yang bertempat di Yogyakarta pada Jumat (23/10/2026) menjadi perhatian publik. Pasalnya, agenda luar daerah ini diselenggarakan di tengah kebutuhan mendesak pasokan air bersih akibat musim kemarau serta kondisi kantor administrasi perusahaan yang masih dalam pemulihan pascakebakaran.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia, Budi Harsudiono Seto Aji, menegaskan bahwa aspek efisiensi dan kemanfaatan acara tetap menjadi perhatian utama manajemen. Ia mengonfirmasi bahwa kegiatan penguatan kapasitas pegawai ini dilaksanakan selama satu hari dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
“Benar, kegiatan pembinaan pegawai Perumda Air Minum Tirta Mulia dilaksanakan di Yogyakarta pada 23 Oktober 2026, dengan agenda pembinaan selama satu hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan pegawai oleh Bapak Plt. Bupati Pemalang selaku KPM, dalam rangka memperkuat kedisiplinan, profesionalisme, dan komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan,” kata Budi saat memberikan konfirmasi, Jumat (23/10/2026).
Terkait pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi acara, Budi menerangkan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk memberikan variasi suasana. Pasalnya, kegiatan tahunan serupa pada periode sebelumnya lebih sering diselenggarakan di Semarang.
“Mengenai lokasi, Tahun ini Yogyakarta dipilih sebagai alternatif lokasi. Tentunya aspek efisiensi dan manfaat kegiatan tetap menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Mengenai total anggaran serta sumber dana yang dikeluarkan untuk memboyong rombongan pegawai hingga manajemen ke luar daerah, pihak perusahaan belum membeberkan nominal resminya. Budi menyatakan bahwa verifikasi data internal keuangan masih berjalan agar informasi yang dipublikasikan akurat dan transparan.
“Terkaid anggaran dan sumber pendanaannya, kami perlu memastikan terlebih dahulu data dari bagian keuangan agar informasi yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada prinsipnya, kami terbuka terhadap informasi penggunaan anggaran sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Merespons kekhawatiran masyarakat mengenai potensi terganggunya distribusi air bersih di wilayah terdampak kekeringan serta kejelasan perbaikan gedung kantor yang terbakar, Budi menjamin operasional harian perusahaan tidak akan terkendala.
“Kami juga memahami kondisi masyarakat yang masih menghadapi kendala distribusi air bersih, termasuk kebutuhan pemulihan fasilitas perusahaan pascakebakaran. Kami tegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Kegiatan pembinaan tidak boleh mengganggu pelayanan,” tegas Budi.
Pihak Perumda Tirta Mulia berkomitmen untuk terus menyampaikan pembaruan informasi secara terbuka terkait penanganan krisis air bersih serta perkembangan rehabilitasi bangunan kantor setelah laporan resmi terverifikasi.














