PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan PC Ansor resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Rabu (7/1/2026). Program ini dirancang strategis untuk mengatrol kelas pelaku UMKM sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, bersama Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, meresmikan langsung inisiatif kolaboratif ini. Langkah tersebut bertujuan mengubah status masyarakat dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui penguatan sektor ekonomi produktif.
Saiful Mujab menegaskan bahwa membangun ekonomi keumatan adalah fokus utama Kemenag ke depan. Dengan menggandeng Baznas dan pihak terkait, program ini akan mengawal pengelolaan zakat dan wakaf produktif agar lebih berdaya guna bagi kesejahteraan umat.
“Ini adalah kehadiran negara di tengah masyarakat, berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah agar umat beragama bisa hidup sejahtera,” ujar Saiful.
Bupati Anom Widiyantoro menyambut baik sinergi ini mengingat angka kemiskinan di Kabupaten Pemalang saat ini masih menyentuh angka 13%. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata provinsi dan nasional yang berkisar di angka 9%.
“Kemandirian ekonomi adalah harga mati agar masyarakat keluar dari kemiskinan. Kami akan kembangkan model pemberdayaan ini ke wilayah lain di Pemalang yang angka kemiskinannya masih tinggi,” tegas Anom.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang, Sarif Hidayat, mengungkapkan strategi unik bernama “Pesugihan Bersyariat”. Bukan praktik klenik, melainkan pemberian edukasi dan tips berdagang yang jujur serta amanah sesuai syariat Islam kepada para pedagang kecil di pasar-pasar.
Selain bantuan finansial melalui Baznas, Kemenag juga menerjunkan 5 hingga 10 penyuluh di setiap KUA untuk mendampingi UMKM secara langsung di lapangan.
















