UIN Gusdur Taekwondo Competition 2025 Lahirkan ‘Bintang Baru’, Zulfa Raih Emas

  • Bagikan

PEKALONGAN – Perhelatan akbar UIN Gusdur Taekwondo Competition, Beladiri Championship III 2025 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan pada Minggu, 9 November 2025, sukses menarik perhatian publik beladiri.

Kompetisi yang diikuti oleh 308 taekwondoin dari Pantura ini, tidak hanya menjadi ajang uji kemampuan, tetapi juga melahirkan seorang “bintang baru” di kelas junior: Mahira Azkiya Zulfa (9).

Atlet cilik asal Pekalongan ini berhasil menggondol medali emas di kategori Kyorugi (laga satu lawan satu) dengan performa yang sangat dominan, bahkan memenangkan laga finalnya dalam waktu yang sangat singkat.

Sejak babak final dimulai, Zulfa, yang merupakan atlet dari klub TKB Pexal Kota Pekalongan, tampil bak petir di atas matras. Berhadapan dengan Akifa Nayla Nirmala, ia menunjukkan serangan yang tanpa henti dan efektif.

Di ronde pertama, Zulfa hanya membutuhkan 13 detik untuk mengumpulkan 13 poin berbanding 0. Wasit segera menghentikan ronde tersebut karena selisih skor sudah melebihi batas 12-0 sesuai aturan pertandingan.

Tak mengendurkan serangan, Zulfa kembali mendominasi penuh di ronde kedua. Hanya dalam 18 detik tambahan, skor telah mencapai 13-1, dan wasit menghentikan laga untuk kedua kalinya. Kemenangan mutlak ini hanya membutuhkan total 31 detik waktu efektif pertandingan, menjadikannya salah satu atlet yang paling disorot dalam kejuaraan tersebut.

“Alhamdulillah, meski baru pertama kali ikut, Zulfa berhasil meraih emas,” ujar Sartini, ibunda Zulfa, yang menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian putri kecilnya.

Zulfa, yang kini duduk di bangku SD Muhammadiyah 02 Noyontaan Pekalongan, telah menekuni taekwondo sejak usia 5,5 tahun. Ia mengungkapkan bahwa ia memiliki cita-cita besar.

“Ingin bisa beladiri serta jadi atlet (taekwondo) tingkat nasional atau internasional,” ungkap Zulfa, menunjukkan ambisi yang kuat di usia mudanya.

Bakat beladiri Zulfa ternyata tidak hanya di Taekwondo. Ia juga aktif dan berprestasi di ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci di sekolah, bahkan telah meraih medali emas dari cabang tersebut, membuktikan bakat alamiahnya di dunia beladiri.

Kejuaraan yang mempertandingkan kategori Kyorugi dan Poomsae ini diikuti oleh peserta dari tingkat TK hingga mahasiswa, dan berasal dari berbagai daerah di Pantura seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, hingga Semarang.

Menurut Panitia bidang pertandingan, Hendrik Nur Khakim, ajang seperti ini sangat krusial.

“Kita mencari bibit-bibit kelas junior untuk persiapan di tingkat provinsi, seperti untuk Porprov dan lainnya. Jadi ini sekaligus ajang penjaringan,” kata Hendrik.

Kemenangan gemilang Zulfa dengan kecepatan yang memukau menjadi penegasan bahwa UIN Gusdur Taekwondo Competition 2025 telah berhasil menjalankan perannya sebagai kawah candradimuka bagi atlet-atlet beladiri masa depan Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





This will close in 0 seconds

This will close in 10 seconds