PEMALANG, Suryamediagroup.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang mendukung program Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini ditujukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendorong pemuda menjadi penggerak pembangunan dan perekonomian di tingkat desa.
Peluncuran program berlangsung secara hybrid dari Sasana Bhakti Praja, Kompleks Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti Plt. Bupati Pemalang yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tutuko Raharjo, bersama jajaran Forkopimcam dan Camat Belik.
Pemalang mendapat intervensi pilot project di dua desa di Kecamatan Belik, yakni Desa Mendelem dan Desa Belik.
Program bertema “Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda” itu tidak berhenti pada pemberian bantuan. Masyarakat akan lebih dulu menjalani asesmen, pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan usaha. Bantuan diharapkan menjadi modal produktif untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian keluarga.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat kolaborasi untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, angka kemiskinan di Jawa Tengah telah turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Namun, penurunan itu perlu diikuti program yang tepat sasaran, terutama bagi masyarakat dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
“Bantuan tidak sekadar diberikan, tetapi masyarakat akan melalui asesmen, pelatihan, dan pendampingan. Tujuannya agar bantuan yang diterima bisa berkembang menjadi usaha produktif dan meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Taj Yasin.
Ia menilai keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam program tersebut. Melalui program Zilenial, pemuda mendapat akses pelatihan dan pengembangan keterampilan, termasuk membantu memasarkan produk dan usaha masyarakat agar menjangkau pasar yang lebih luas.
Pelaksanaan program juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, Baznas, organisasi perangkat daerah, mahasiswa, hingga masyarakat.
Taj Yasin meminta bantuan yang diterima warga tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif. Bantuan tersebut, kata dia, harus dijaga dan dikembangkan agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Harapannya, masyarakat yang mendapatkan bantuan tidak hanya keluar dari kemiskinan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan mengajak masyarakat lain untuk maju bersama,” ujarnya.
Ia juga meminta pelaksanaan program di Kecamatan Belik turut memperkuat potensi ekonomi lokal dan akses pemasaran. Pemerintah daerah diminta memastikan infrastruktur serta akses menuju wilayah penerima program tetap diperhatikan agar produk masyarakat lebih mudah dipasarkan.
Komoditas nanas menjadi salah satu potensi ekonomi yang disoroti. Taj Yasin mendorong masyarakat tidak hanya menjual nanas dalam bentuk segar, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
“Kalau bisa, nanasnya jangan hanya dijual, tetapi diolah. Dulu sudah pernah ada pendampingan pengolahan nanas melalui Baznas, nanti coba dikawal lagi,” katanya.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaini mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran warga miskin.














