Atasi Rob dan Jamin Irigasi Sawah, Pemkab Pemalang Kebut 4 Proyek Air Sekaligus

  • Bagikan

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat mengantisipasi dampak perubahan iklim yang mengancam sektor pesisir dan pertanian. Melalui DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),  pemerintah daerah langsung mengebut pengerjaan empat proyek infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) secara simultan di beberapa titik strategis.

Langkah agresif ini diambil sebagai komitmen nyata Pemkab Pemalang untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap dua masalah krusial: terjangan banjir rob di wilayah utara dan ketersediaan air irigasi bagi ketahanan pangan.

Pelaksanaan proyek yang digawangi oleh Bidang SDA DPUPR Pemalang ini menyasar langsung pada perbaikan fungsi lingkungan dan optimalisasi fasilitas publik. Empat proyek yang sedang dikebut tersebut meliputi:

Penyelamatan Sawah Melalui Revitalisasi Embung Danayasa Di sektor pertanian, DPUPR melakukan pengerukan skala besar di Embung Danayasa. Langkah ini diambil untuk mengembalikan daya tampung maksimal embung yang sempat menyusut akibat sedimentasi. Dengan normalnya kapasitas embung, pasokan air hujan dapat dipanen secara optimal untuk mengairi ratusan hektar sawah di sekitarnya, sekaligus menjadi jaminan pasokan irigasi saat musim kemarau tiba.

Pemasangan Pintu Air Antirob di Sungai Sembilangan Barat Guna memutus mata rantai banjir pasang air laut yang kerap merendam fasilitas umum, infrastruktur pintu air baru dibangun di wilayah Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami. Pintu air ini diproyeksikan menjadi benteng mekanis yang krusial untuk mencegah air laut masuk ke sistem sungai daratan saat pasang tertinggi terjadi.

Pemberdayaan Ekonomi Nelayan di Muara Sungai Waluh Pendangkalan akibat endapan lumpur di Desa Asemdoyong yang selama ini mengganggu aktivitas ekonomi warga pesisir langsung direspons. DPUPR menerjunkan alat berat untuk menormalisasi muara agar jalur lalu lintas perahu nelayan kembali lancar tanpa kendala kandas.

Perkuatan Tebing Sungai Sicumplung Pembangunan dinding penahan tanah (perkuatan tebing) juga digandeng di Desa Kertosari, Ulujami. Proyek ini difokuskan untuk menahan laju abrasi sungai sekaligus meminimalisasi luapan rob ke pemukiman padat penduduk.

Percepatan pembangunan ini menegaskan komitmen Pemkab Pemalang yang tertuang dalam semangat gerakan daerah, di mana pembangunan infrastruktur dasar harus berdampak langsung pada stabilitas ekonomi warga.

Melalui integrasi proyek pertahanan rob dan optimalisasi irigasi sawah ini, pemerintah berharap dapat mendongkrak produktivitas gabah petani di hilir, sekaligus memberikan rasa aman serta memulihkan dinamika ekonomi masyarakat nelayan di sepanjang pesisir Pemalang. (Red)

Penulis: SuryaEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *