PEMALANG, Suryamediagroup.com – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro melantik dan mengambil sumpah Budi Harsudiono Seto Aji, S.Kom. sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum) Tirta Mulia Kabupaten Pemalang untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kamis (24/7/2026).
Pelantikan disaksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ahmady Stiawan Widatmoko dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Joko Tri Asmoro, serta dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Dalam sambutannya, Bupati Anom menegaskan bahwa pelantikan direksi baru harus menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pemalang, saya mengucapkan selamat kepada Direktur Utama yang baru. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen untuk membawa Perumda Air Minum Tirta Mulia menjadi perusahaan yang semakin maju, sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Anom.
Ia meminta direksi segera menjalankan sejumlah langkah strategis, mulai dari memperluas cakupan pelayanan air minum, meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan, meningkatkan efisiensi operasional, menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), meningkatkan kompetensi pegawai, hingga memperkuat kesehatan dan kemandirian perusahaan.
Bupati juga menekankan pentingnya pencapaian target perusahaan yang terukur melalui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Kontrak Kinerja. Berdasarkan evaluasi tahun 2025, target laba dan dividen perusahaan belum tercapai.
Target laba sebesar Rp7,57 miliar terealisasi Rp7,13 miliar atau kurang Rp437,29 juta (5,77 persen). Sementara target dividen Rp4,1 miliar hanya terealisasi Rp3,87 miliar atau kurang Rp225,56 juta (5,50 persen).
“Target dividen bukan sekadar angka, tetapi bentuk tanggung jawab perusahaan kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang sebagai pemilik modal dan kepada masyarakat yang harus dilayani. Ke depan tidak boleh ada lagi alasan atas tidak tercapainya target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Selain itu, Anom menyoroti capaian penambahan pelanggan yang hingga Semester I 2026 baru mencapai 1.207 Sambungan Rumah (SR) dari target 1.510 SR. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi perhatian agar cakupan pelayanan air minum terus meningkat.
Bupati juga meminta direksi memberikan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan, terutama terkait keluhan masyarakat mengenai aliran air yang sering terhenti, tekanan air yang tidak stabil, serta lambatnya penanganan gangguan.
“Saya meminta kepada direksi yang baru agar menjadikan pengaduan masyarakat sebagai bahan evaluasi utama. Jangan menunggu masyarakat berulang kali menyampaikan keluhan baru dilakukan perbaikan,” katanya.
Untuk memastikan komitmen tersebut berjalan, Bupati memerintahkan Sekretaris Daerah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja direksi. Ia juga menyatakan akan melakukan evaluasi langsung setiap tiga bulan.
“Jangan hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus ada terobosan dan peningkatan kinerja yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia, Budi Harsudiono Seto Aji, mengatakan fokus awal kepemimpinannya akan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi operasional, dan penguatan tata kelola perusahaan.
“Target awal kami adalah meningkatkan penyelenggaraan pelayanan, efisiensi, dan tata kelola. Kalau tiga hal ini sudah tercapai, saya yakin target-target lainnya juga akan mengikuti,” katanya.
Menurut Budi, peningkatan pelayanan akan dilakukan melalui optimalisasi sistem penanganan pengaduan pelanggan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dengan target waktu penyelesaian yang jelas, serta penerapan sistem Customer Relationship Management (CRM).
“Kami akan mengoptimalkan sistem aduan yang ada, menyusun SOP penanganan keluhan dengan target penyelesaian yang jelas, serta memanfaatkan CRM agar setiap keluhan pelanggan dapat dimonitor sampai tuntas,” ujarnya.
Di sisi teknis, Perumda juga akan menekan tingkat kebocoran air dengan mengatur tekanan jaringan perpipaan agar sesuai kapasitas serta mengganti jaringan pipa lama secara bertahap menggunakan pipa berbahan High Density Polyethylene (HDPE) sesuai kemampuan anggaran perusahaan.
Melalui berbagai langkah tersebut, direksi baru optimistis Perumda Air Minum Tirta Mulia dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kinerja perusahaan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Pemalang.














